DOKTRIN AJARAN POKOK ALIRAN SYI'AH
Aliran Syi'ah memiliki 5 pokok doktrin ajaran yang harus dianut dan diikuti oleh para pengikutnya diantaranya adalah sebagai berikut :
- At-Tauhid
Aliran Syi'ah meyakini bahwa Allah itu Maha Esa, tempat bergantung semua mahkluk, tidak beranak dan diperanakkan serta tidak serupa dengan mahkluk apapun. Syi'ah berpaham bahwa Allah memiliki 2 sifat yaitu :
- Al-Tsubutiyah yaitu sifat yang haru dan tetap ada pada Allah SWT yang meliputi 'alim (mengetahui), qadir (berkuasa), hay (hidup), murid (berkehendak), mudrik (cerdik, berakal), qadim, azaliy, baqa (kekal), mutakallim (berkata-kata) dan shaddiq (benar).
- Al-Salbiyah, yaitu sifat yang tidak mungkin pada Allah SWT. Yang meliputi tersusun dari beberapa bagian, berjisim, bisa dilihat, bertempat, bersekutu, berhajat kepada sesuatu.
- Al-'Adl
Kaum Syi'ah meyakini bahwa Allah memiliki sifat Maha adil. Artinya Tuhan selalu melakukan perbuatan yang baik dan tidak melakukan apapun yang buruk. Tuhan juga tidak meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakan-Nya.
- An-Nubuwwah
- Jumlah Nabi dan rasul Allah ada 124.000
- Nabi dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad Saw.
- Menurut Syi'ah Allah Swt. Mengutus nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia dan memberi kabar gembira bagi mereka-mereka yang melakukan amal shaleh dan memberi kabar siksa ataun ancaman bagi mereka yang durhaka dan mengingkari Allah Swt.
- Al-Imamah
Bagi kaum Syi'ah, pemimpin urusan agama dan dunia menjadi pengganti Rasul dalam memelihara syariat, melaksanakan hudud (had atau hukuman terhadap setiap pelanggar hukum Allah Swt), dan mewujudkan kebaikan serta ketentraman umat. Adapun ajaran Syi'ah yang berhubungan dengan masalah khilafah ada empat, diantaranya adalah :
- Al-'Ishmah
Aliran Syi'ah berpandangan bahwa imam-imam yang memimpin mereka harus bersifat al-ishmah atau Ma'shum dalam segala tindak lakunya, tidak pernah berbuat dosa besar maupun kecil, tidak ada tanda-tanda berlaku maksiat, tidak boleh berbuat salah ataupun lupa. Hal ini didasarkan pada :
- Apabila imam berbuat salah, maka diganti dengan imam lain untuk memberi petunjuk. Dan demikian seterusnya. Oleh karena itu, imam tidak boleh salah karena menurut kelompok Syi'ah fungsi imam adalah sebagai pelaksana hukum, menolak kerusakan dan memelihara kesucian agama.
- Imam itu adalah pemelihara syari'at, sehingga harus ma'shum. Jika tidak demikian, maka mereka menggantinya dengan imam lain. Lawan -lawan mereka menolak dengan alasan bahwa imam itu bukan memelihara syariat, tetapi sebagai pelaksana syariat. Adapun pemelihara syariat adalah para ulama. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt :
................ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ ۙ ٧٩ ﴾
…. "Jadilah kamu para pengabdi Allah karena kamu selalu mengajarkan kitab dan mempelajarinya!" (QS. Al-Imran : 79)
....وَالرَّبّٰنِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَاۤءَۚ
….. Demikian pula para rabi dan ulama-ulama mereka (juga memberi putusan) sebab mereka diperintahkan (oleh Allah untuk) menjaga kitab Allah dan mereka merupakan saksi-saksi terhadapnya. " ….. (QS. Al-Mai'dah : 44)
- Imam al-Mahdi
Paham ini bermula setelah terlepasnya kedudukan khalifah golongan Syi'ah dan berpindah ke tangan Mu'awiyah, peristiwa terbunuhnya Ali, perjanjian damai antara Hasan dan Mu'awiyyah, kemudian terbunuhnya Husein dalam perang Karbala, maka timbul ke khawatiran dari pemimpin-pemimpin Syi'ah akan putus asanya pengikut-pengikut mereka. Untuk memantapkan keyakinan dan membangkitkan semangat keberanian perjuangan, maka pemimpin-pemimpin Syi'ah mengatakan bahwa pada waktunya nanti l-Mahdi imam yang ma'shum akan datang untuk menghancurkan pemerintahan Bani Umayyah.
- Ar-Raj'ah
Keyakinan orang-orang Syi'ah tentang akan datangnya imam mereka setelah gaib, untuk menegakkan keadilan, menghancurkan kedzaliman dan membangun kembali kekuasaan mereka.
- At-Taqiyyah
Menurut golongan Syi'ah, taqiyyah dilakukan dengan cara berpura-pura yakni menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kata hatinya, dan tidak sesuai dengan hal-hal yang sebenarnya. Sebagai contoh; apabila seseorang imam akan ke luar dari khalifah untuk mengadakan pemberontakan terhadapnya, mereka berpura-pura taat hingga sampai saat yang mungkin melaksanakan rencananya. Apabila takut kepada orang-orang kafir atau penguasa, maka mereka berpura-pura menunjukkan persetujuannya.
- Al-Ma'ad
Syi'ah mempercayai hari kiamat itu pasti terjadi. Menurut keyakinan mareka manusia kelak akan dibangkitkan, jasadnya secara keseluruhannya akan dikembalikan ke asalnya baik daging, tulang maupun ruhnya. Dan pada hari kiamat manusia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang telah dilakukan selam hidup di dunia di hadapan Allah SWT. Pada saat itu juga Allah akan memberikan pahala bagi orang yang beraman shaleh dan menyiksa orang-orang telah berbuat kemaksiatan.
- Al-'Ishmah